Renungan Dan Inspirasi

URIP IKU URUP
"Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi oarng lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik".

 

MEMAYU HAYUNING BAWANA
"Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak".

 

SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
"Segala sifat keras hati, pici, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar".

Buka Inspirasi

Proses Pembentukan Karakter

BAGAN

 PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER


             Merefer kepada tulisan sebelumnya bahwa proses pembentukkan karakter seseorang berlangsung terus menerus di sepanjang hidup manusia melalui interaksi-internalisasi-sosialisasi dengan berbagai faktor dalam pendidikan baik yang formal maupun non formal, pendidikan dalam keluarga, pengaruh pergaulan dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja dan atau pergaulan serta pergaulan dalam masyarakat, pengalaman, pembelajaran, kondisi social ekonomi, penderitaan/kebahagiaan, etnis, agama/kepercayaan, budaya dan lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan dimana seseorang hidup dan dibesarkan antara lain alam tropis, alam empat musim, alam pegunungan, hutan, padang rumput, padang pasir, laut dan seterusnya. Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Character building is a never ending prosess”

            Faktor-faktor tersebut diatas masih berproses dengan sifat-sifat yang dimiliki seseorang baik sifat yang berasal dari “awal kejadian” sifat terberi (“given”) yang masih merupakan potensi, dengan sifat-sifat genitik berasal dari keturunan, dengan sifat-sifat yang sengaja ditanamkan (atau yang dalam bahasa Junani dikatakan sebagai Kharassin atau “engrave” atau mengukir sifat-sifat tertentu) melalui pendidikan karakter maupun sifat-sifat yang berasal dari internalisasi dari luar (potensi dari luar) dan sangat dipengaruhi oleh naluri (potensi dari dalam). Proses yang komplek tersebut diatas selanjutnya membentuk “tata nilai” pribadi dan bila dilakukan secara berulang-ulang akhirnya menjadi kebiasaan yang memberikan ciri khas seseorang dalam bentuk karakter. Karakter merupakan kekuatan yang menjadi “daya dorong” seseorang untuk berperi laku-bertindak-bertutur kata dan bersikap. Semuanya menjadi “sikap bathin” anda. Dapat dipastikan membentuk karakter bukan merupakan proses yang mudah, sebab memerlukan waktu, kesabaran, pola dalam membentuk kualitas karakter yang diinginkan). Meskipun proses pembentukan karakter komplek dan rumit, akan tetapi kenyataannya hal itu berlangsung begitu saja, kecuali dirasakan berat oleh sebagian saudara-saudara yang kondisi social ekonominya buruk dengan tekana penderiritaan. Namun dengan selalu “bersyukur kepada Yang Maha Pencipta” kami yakin semuanya akan kita jalani dengan apa adanya. Dengan pengetahuan proses pembentukan karakter, maka hati-hati dengan perilaku-tutur kata-sikap dan tindakan anda, sebab itu semua menunjukkan kualitas karakter anda, menunjukkan “Siapa Anda Yang Sebenarnya”. Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Karakter itu adalah Siapa Sebenarnya Anda”

            Sebagian kalangan berpendapat bahwa karakter secara sederhana di definisikan sebagai suatu rangkaian sifat-sifat kejiwaan yang khas yang relatif bersifat tetap pada seseorang, yang menjadi ciri khas, sikap bathin yang membedakan seseorang dengan seseorang yang lain. Memang tidak mudah untuk mendifefinisikan makna karakter, oleh sebab itu penjelasan tentang karakter lebih mudah dengan menggambarkan karakter dari orang-orang ternama yang telah mencapai puncak keberhasilan. Antara lain seperti Maha Patih Gajah Mada, Sukarno-Hatta sang Proklamator, Alexander The Great, Jenderal Hannibal, Julius Ceasar, Sultan salahuddin, Jenderal George S. Patton Jr, Jenderal MacArthur, Jenderal Eisenhower.Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Karakter setiap orang berbeda”

            Untuk menjamin kualitas “karakter mulia”, maka  anda harus selalu menetukan pilihan anda dalam menjalani kehidupan antara kebaikan dan keburukan, antara yang salah dan yang benar, antara yang boleh dan yang tidak boleh, antara yang positif dan yang negative, antara yang adil dan yang zholim. Singkat kata, kualitas karakter anda ditentukan oleh pilihan anda terhadap banyak hal seperti tersebut diatas.

“Kualitas karakter anda ditentukan oleh pilihan anda”

            Karakter dengan daya dorongnya akan menentukan masa depan anda, kehidupan anda, masa depan keluarga anda, bhjkan apabila anda seorang Kepala Negara maka masa depan bangsa ditentukan oelh kualitas karakter mulia anda.

“Karakter menentukan masa depan bangsa”

             Untuk menjaga agar anda dikatakan sebagai orang yang berkarakter maka jaga agar sikap bathin anda selalu dalam etika kepatutan, maka segala pilihan anda harus selalu berpedoman kepada norma, etika, aturan/hukum tetapi juga harus diikuti dengan disiplin pribadi dan pengendalian diri yang kuat. Bagi kaum agamawan mereka yakin bahwa pedoman bagi karakter atau akhlak mulia adalah wahyu yang datang dari Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Kitab Suci agama yang bersangkutan.

 

             Karakter menentukan masa depan bangsa, digambarkan dalam Hukum Panen oleh Samual Smiles :

 

            Berikutnya adalah Karakter dalam hubungan dengan Masa Depan, digambarkan dalam bagan waktu perjalanan hidup manusia.

 

 

Comments   

0 #1 Masthoms 2016-10-20 13:06
Artikel yang bagus, sangat bermanfaat untuk generasi muda.
Quote

Add comment


Pembangunan karakter bangsa sudah dilakukan secara konsisten?

Ya - 50%
Tidak - 50%

Total votes: 6
The voting for this poll has ended on: 30 Jul 2017 - 09:58