Renungan Dan Inspirasi

URIP IKU URUP
"Hidup itu Nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi oarng lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik".

 

MEMAYU HAYUNING BAWANA
"Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak".

 

SURO DIRO JOYO JAYADININGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
"Segala sifat keras hati, pici, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar".

Buka Inspirasi

MEMBACA DALAM KAITAN DENGAN KARAKTER, REPUTASI DAN KEPEMIMPINAN

MEMBACA DALAM KAITAN DENGAN KARAKTER, REPUTASI DAN KEPEMIMPINAN

    Tulisan ini terkesan terjadi pengulangan kalimat, hal tersebut disebabkan tulisan berikut ini merupakan inti sari dari berbagai pandangan tentang manfaat membaca dari sejumlah pemimpin yang telah mencapai keberhasilan pucak, antara lain diangkat dari buku American Generalship, Character is everything.

    Bung Karno mengatakan: “ We learn from history to be wiser for the event “, kita belajar dari sejarah agar dapat menjadi arif dalam menghadapi sesuatu peristiwa.
    Pak Harto, atas dasar pengalaman beliau sebagai bekas pejuang dan juga sebagai negarawan mengatakan: “ Belajar dari sejarah tidak lain adalah usaha untuk membuat sejarah baru yang lebih baik dan lebih gemilang dimasa depan “.

    Dalam kepemimpinan, karakter adaalah segalanya, baru pengetahuan/intelektual memegang perang yang penting, dan hal itu diperoleh antara lain dengan membaca dan belajar. Kepemimpinan ditentukan antara lain oleh keunggulan seseorang dalam watak atau karakter, keunggulan intelektual dan keunggulan pisik/kekuasaan. Menurut Jenderal John Stiwell kepemimpinan 80% ditentukan oleh kualitas karakter, 10% kemampuan mengambil keputusan, 5% soal-soal tehnis dan 5% hal-hal lain.
    Membaca dan belajar telah mengangkat para cendekiawan muslim kepuncak kejayaan dibidang ilmu pengetahuan, sampai membawa perubahan di Dunia Barat dengan timbulnya “Renessance” akibat pengaruh Islam yang dibawa kembali oleh para pejuang Kristen ke Eropa dari Dunia Islam pada masa Perang Salib abad ke-11 yang lalu. Para pemimpin, raja-raja, para pemuka agama banyak melakukan bacaan, mendengar, belajar dan berlatih serta belajar berbagai ilmu termasuk belajar dari pengalaman pemimpin besar lainnya, sehingga mereka memiliki kualitas yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan.
    Firman Allah dalam Al Qur’an menegaskan bahwa bagi seorang pemimpin atau khalifah, setelah karakter/akhlaq mulia adalah pengetahuan yang terpenting, hal tersebut diatas dijelaskan dengan dua contoh, pertama tentang Nabi Adam yang telah dikurniai dengan sifat-sifat mulia yang terwujud dalam aklak mulia, dan kemuliaan-kemuliaan lain, selanjutnya dibekali ilmu pengetahuan yang ditamsilkan oleh Yang Maha Pencipta dengan mengajarkan mana-mana benda kepada Adam, sebelum menurunkannya ke bumi untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi.
    Kedua wahyu ‘Iroq” atau perintah membaca yang disampaikan oleh Malaikat Jibril di Gua Hira, kepada manusia terpilih Mohammad, manusia yang sudah dibersihkan hatinya sehingga memiliki akhlaq atau karakter terpuji yang selalu terjaga budi pekertinya. Meskipun beliau buta huruf, akan tetapi Allah menganugerahkan kemampuan untuk menyerap dan menghafal semua ilmu Al Qur”an yang diwahyu Allah kepadanya. Perintah membaca diberikan menjelang Kenabian Mohammad sebagai pemimpin ummat di dunia. “Iqroq”, bacalah dengan (menyebut) asma Tuhanmu Yang Menciptakan.  
    Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah menyatakan perintah “Iqroq” atau baca itu tidak dijelaskan obyek yang dibaca, apalagi Malaikat Jibril juga tidak membawa bahan yang harus dibaca, sehingga dalam suatu riwayat dinyatakan bahwa Nabi Muhammad saw bertanya: “ma aqra”? artinya “Apakah yang saya baca”? Dari beraneka ragam pendapat, sampai pada kesimpulan bahwa bilamana perintah membaca tanpa disebutkan obyek yang dibaca, maka perintah bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Quraish Shihab menyimpulkan bahwa bahwa kata “Iqroq”’ dipergunakan dalam arti luas termasuk membaca, menelaah, menyampaikan dan seterusnya. Dan karena obyeknya bersifat umum, maka obyek tersebut mencakup segala yang dapat terjangkau, baik yang berupa bacaan suci yang berasal dari Tuhan maupun yang bukan, baik yang menyangkut ayat-ayat tertulis maupun yang tidak tertulis. Alhasil perintah iqra mencakup telaahan terhadap alam semesta jagad raya, masyarakat dan diri sendiri serta berbagai bacaan tertulis.
    Pengetahuan membangun kepercayaan diri dan ketegasan. Apabila anda mengetahui permasalahan secara menyeluruh, anda akan memiliki keberanian untuk melakukan tindakan yang tegas dan menentukan. Itu adalah tipikal Jend. MacArthur dan Jend. Patton. Pengetahuannya yang sangat luas dalam profesi kemiliteran memberikan kontribusi yang besar dalam keberanian mereka mengambil keputusan dan keberhasilan mereka sebagai pemimpin
    Membaca membawa dampak positif pada para pemimpin besar dalam memimpin negara, memimpin pasukan dalam berbagai perang, pertempuran, pemimpin perusahaan dalam persaingan bisnis. Usaha bisnis pada prinsipnya adalah merupakan upaya penyelenggaraan perang, menggunakan visi, misi, strategi, taktik, management dan atau kepemimpinan, perang advertensi, melakukan pengelabuan-penipuan dan hampir menggunakan semua metoda, sarana dan prasarana yang digunakan dalam perang, meskipun tidak menggunakan mesin perang yang berupa arsenal atau persenjataan, tetapi menggunakan sarana dan prasarana dalam bentuk lain.
    Perang atau persaingan bisnis menggunakan ilmu dan tehnologi serta sistem non militer tehnis sebagai senjata, seperti perang advertensi, perang keunggulan mutu, perang psikologi, perang informasi bisnis dan sebangsanya. Sehingga meskipun tidak menggunakan senapan dan meriam, perang bisnis mampu melumpuhkan atau menyebabkan perusahaan bisnis saingan jatuh dan gulung tikar atau diakuisisi oleh si pemenang bisnis. Oleh sebab itu seni strategi dan taktik Sun Tzu dengan penyesuaian sangat cocok digunakan di dalam menjalankan bisnis mencapai sukses.
    Membaca dan atau belajar dikatakan sebagai  “Life is one of constant learning”. Membaca biography adalah “a lifetime invesment”. Apa yang dibaca akan datang kembali muncul/hidup dari memory bawah sadar dan sangat menolong di dalam menanggapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang kita hadapi. Buku juga dapat memberikan dampak yang besar di dalam mengarungi karier. Disarankan membaca sebagai komitmen seumur hidup, bahkan sebagai obsesi. Bacaan juga dapat memberikan inspirasi di dalam pengambilan keputusan. Seseorang secara pribadi hanya memiliki pengalaman yang sangat terbatas, akan tetapi dia akan dapat memperoleh pengetahuan dari pengalaman orang lain, dengan membaca dan berbicara dengan para negarawan, para politisi senior, dengan orang yang memiliki reputasi di medan tempur, atau memiliki reputasi di medan bisnis yang memperlihatkan kepemimpinan superior.
    Membaca juga dapat membuat seseorang memiliki kemampuan analistik yang lebih baik serta menjadi lebih toleran. Memberikan kemampuan kepada seseorang untuk mengadakan penilaian kembali atas pandangannya yang selama ini yang dianggapnya kurang pas. Membuat seseorang bersemangat untuk bertanya, melakukan peninjauan kembali (re-examine), melakukan kajian atas berbagai alternatif pemecahan masalah.
    Membaca membawa dampak dalam membentuk reputasi seseorang, memainkan peranan dalam membentuk karakter dan membandingkan berbagai model leadership sebagai salah satu factor yang dapat dipergunakan dalam pengetrapan kepemimpinannya. Mereka yang mencita-citakan kedudukan masa depan yang penuh dengan tantangan dan tanggung jawab, sangat penting untuk membaca biography. Hidup ini adalah pendek, dan dalam hidup kita belajar dan tumbuh dari pengalaman pribadi. Akan tetapi sebab hidup ini pendek, maka belajar dari pengalamannya sendiri adalah terbatas, karena sangat banyak pengalaman orang lain yang perlu kita ketahui dan pelajari. Membaca biography, memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat belajar dan berkembang lebih cepat dengan memanfaatkan pengalaman orang lain, orang yang membuat sejarah. Mereka yang suka membaca, memperoleh kelebihan dalam kedalaman dan persepsi. Bacaan membantu pengembangan karakter dan kualitas mereka, dapat mengembangkan profesionalisme, menambah pengalaman sebab apa yang didapat dengan pengalaman pribadi sangatlah terbatas. Membaca membantu untuk mengetahui bagaimana seorang pemimpin senior mengetengahkan kemanusiaan dan sangat concern terhadap anak buah.
    Membaca membawa dampak dalam membentuk cara berpikir, pengertian tentang professionalisme yang didalaminya, dapat meningkatkan performansi dan karier seseorang. Dengan membaca kita mengetahui bahwa dunia tidak absolut, segalanya tidak sekedar hitam dan atau putih, bahwa politik ada dimana mana didalam kehidupan masyarakat.
    Membaca membuat anda mulai berpikir lebih luas khususnya tentang leadership, mendiskusikan bacaan merupakan salah satu “learning process” dan membantu membentuk nilai-nilai. Membaca biografi para top brass, para pemimpin bisnis top, para pemimpin yang mencapai puncak keberhasilan, dapat membantu anda lebih mengerti tentang berbagai element dari leadership. Bila anda menganalisa hubungan antar orang / manusia,  itu sesungguhnya adalah esensi dari leadership, maka anda bisa melihat bagaimana para pemimpin dapat meyakinkan orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Terutama baca biografi orang-orang yang berada dalam posisi kepemimpinan puncak, mereka biasanya mengembangkan kualitas intelektual sebagai komitman, sebagai “life long commitment” bahkan sebagai obsesi, dan anda harus tidak pernah berhenti dalam proses pengembangan intelektual dengan jalan terus membaca. Selamat menikmati bacaan.  Amin.

Jakarta, Juni 2017
 
YAYASAN JATI DIRI BANGSA

Proses Pembentukan Karakter

BAGAN

 PROSES PEMBENTUKAN KARAKTER


             Merefer kepada tulisan sebelumnya bahwa proses pembentukkan karakter seseorang berlangsung terus menerus di sepanjang hidup manusia melalui interaksi-internalisasi-sosialisasi dengan berbagai faktor dalam pendidikan baik yang formal maupun non formal, pendidikan dalam keluarga, pengaruh pergaulan dalam keluarga, di sekolah, di tempat kerja dan atau pergaulan serta pergaulan dalam masyarakat, pengalaman, pembelajaran, kondisi social ekonomi, penderitaan/kebahagiaan, etnis, agama/kepercayaan, budaya dan lingkungan yang lebih luas seperti lingkungan dimana seseorang hidup dan dibesarkan antara lain alam tropis, alam empat musim, alam pegunungan, hutan, padang rumput, padang pasir, laut dan seterusnya. Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Character building is a never ending prosess”

            Faktor-faktor tersebut diatas masih berproses dengan sifat-sifat yang dimiliki seseorang baik sifat yang berasal dari “awal kejadian” sifat terberi (“given”) yang masih merupakan potensi, dengan sifat-sifat genitik berasal dari keturunan, dengan sifat-sifat yang sengaja ditanamkan (atau yang dalam bahasa Junani dikatakan sebagai Kharassin atau “engrave” atau mengukir sifat-sifat tertentu) melalui pendidikan karakter maupun sifat-sifat yang berasal dari internalisasi dari luar (potensi dari luar) dan sangat dipengaruhi oleh naluri (potensi dari dalam). Proses yang komplek tersebut diatas selanjutnya membentuk “tata nilai” pribadi dan bila dilakukan secara berulang-ulang akhirnya menjadi kebiasaan yang memberikan ciri khas seseorang dalam bentuk karakter. Karakter merupakan kekuatan yang menjadi “daya dorong” seseorang untuk berperi laku-bertindak-bertutur kata dan bersikap. Semuanya menjadi “sikap bathin” anda. Dapat dipastikan membentuk karakter bukan merupakan proses yang mudah, sebab memerlukan waktu, kesabaran, pola dalam membentuk kualitas karakter yang diinginkan). Meskipun proses pembentukan karakter komplek dan rumit, akan tetapi kenyataannya hal itu berlangsung begitu saja, kecuali dirasakan berat oleh sebagian saudara-saudara yang kondisi social ekonominya buruk dengan tekana penderiritaan. Namun dengan selalu “bersyukur kepada Yang Maha Pencipta” kami yakin semuanya akan kita jalani dengan apa adanya. Dengan pengetahuan proses pembentukan karakter, maka hati-hati dengan perilaku-tutur kata-sikap dan tindakan anda, sebab itu semua menunjukkan kualitas karakter anda, menunjukkan “Siapa Anda Yang Sebenarnya”. Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Karakter itu adalah Siapa Sebenarnya Anda”

            Sebagian kalangan berpendapat bahwa karakter secara sederhana di definisikan sebagai suatu rangkaian sifat-sifat kejiwaan yang khas yang relatif bersifat tetap pada seseorang, yang menjadi ciri khas, sikap bathin yang membedakan seseorang dengan seseorang yang lain. Memang tidak mudah untuk mendifefinisikan makna karakter, oleh sebab itu penjelasan tentang karakter lebih mudah dengan menggambarkan karakter dari orang-orang ternama yang telah mencapai puncak keberhasilan. Antara lain seperti Maha Patih Gajah Mada, Sukarno-Hatta sang Proklamator, Alexander The Great, Jenderal Hannibal, Julius Ceasar, Sultan salahuddin, Jenderal George S. Patton Jr, Jenderal MacArthur, Jenderal Eisenhower.Oleh sebab itu dikatakan bahwa :

“Karakter setiap orang berbeda”

            Untuk menjamin kualitas “karakter mulia”, maka  anda harus selalu menetukan pilihan anda dalam menjalani kehidupan antara kebaikan dan keburukan, antara yang salah dan yang benar, antara yang boleh dan yang tidak boleh, antara yang positif dan yang negative, antara yang adil dan yang zholim. Singkat kata, kualitas karakter anda ditentukan oleh pilihan anda terhadap banyak hal seperti tersebut diatas.

“Kualitas karakter anda ditentukan oleh pilihan anda”

            Karakter dengan daya dorongnya akan menentukan masa depan anda, kehidupan anda, masa depan keluarga anda, bhjkan apabila anda seorang Kepala Negara maka masa depan bangsa ditentukan oelh kualitas karakter mulia anda.

“Karakter menentukan masa depan bangsa”

             Untuk menjaga agar anda dikatakan sebagai orang yang berkarakter maka jaga agar sikap bathin anda selalu dalam etika kepatutan, maka segala pilihan anda harus selalu berpedoman kepada norma, etika, aturan/hukum tetapi juga harus diikuti dengan disiplin pribadi dan pengendalian diri yang kuat. Bagi kaum agamawan mereka yakin bahwa pedoman bagi karakter atau akhlak mulia adalah wahyu yang datang dari Tuhan Yang Maha Esa yang tercantum dalam Kitab Suci agama yang bersangkutan.

 

             Karakter menentukan masa depan bangsa, digambarkan dalam Hukum Panen oleh Samual Smiles :

 

            Berikutnya adalah Karakter dalam hubungan dengan Masa Depan, digambarkan dalam bagan waktu perjalanan hidup manusia.

 

 

Bedah Buku Pengabdian Tanpa Henti

BEDAH BUKU “PENGABDIAN TANPA HENTI” OLEH BAPAK SOERJADI SOEDIRDJA

Mantan Gubernur DKI Jakarta ke-13, Jend Purnawirawan Surjadi Soedirja, telah berbagi kisah selama hidupnya saat menjadi orang nomor satu di Ibu Kota. Kisah semasa hidupnya ditulis dalam buku yang berjudul “Pengabdian Tanpa Henti”. Buku tersebut resmi diluncurkan di Ballrom Hotel Arya Duta, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Dalam peluncuran buku biografi tersebut juga turut hadir tokoh-tokoh nasional seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Wakil Presiden ke-6 RI, Tri Sutisno, Pendiri Lippo Grup, Mochtar Riyadi, dan Jend (Purn) Agum Gumelar.

Buku yang ditulis oleh Ramadhan KH dan Sumardijo ini menceritakan perjalanan hidup Surjadi semasa berkarir. Ia menjadi Gubernur DKI Jakarta pertama yang ingin mewujudkan pembangunan kereta api bawah tanah pada periode 1992 – 1997. Sosoknya yang rendah hati dan selalu jitu dalam pengambilan keputusan menjadi pedoman pemimpin pada masa Surjadi menjabat.

Dalam proses penulisan buku tersebut cukup mengalami proses yang panjang. Surjadi mengaku dirinya tak pantas untuk ditulis di dalam sebuah buku. Tetapi berkat kegigihan dari kedua penulis tersebut, akhirnya Surjadi bersedia untuk berbagi pengalaman dan cerita untuk dibukukan.

“Suatu waktu dengan tidak diundang, datanglah sahabat saya, Ramadhan KH, untuk meminta izin menulis tentang saya. Waduh, kehormatan besar sekali Anda mau menulis biografi saya karena Anda itu sudah mengangkat tulisan-tulisan dari seorang Pak Soeharto, Bu Soeharto. Surjadi ini bisa dikata apa? Bisa dibilang nothing. Tapi setidaknya tulisan itu bisa ditinggalkan untuk anak cucu saya,” ujar Surjadi saat peluncuran buku biografinya.

Beberapa panelis yang menjadi pembicara dalam peluncuran buku biografi mantan Gubernur DKI Jakarta ini menggarisbawahi ada dua kualitas kepemimpinan dari seorang Surjadi yang perlu ditiru, yaitu memberikan keteladanan dan mempunyai inovasi selama jadi pemimpin

SUMBER

Pembangunan karakter bangsa sudah dilakukan secara konsisten?

Ya - 50%
Tidak - 50%

Total votes: 6
The voting for this poll has ended on: 30 Jul 2017 - 09:58