MEMBACA DALAM KAITAN DENGAN KARAKTER, REPUTASI DAN KEPEMIMPINAN

MEMBACA DALAM KAITAN DENGAN KARAKTER, REPUTASI DAN KEPEMIMPINAN

    Tulisan ini terkesan terjadi pengulangan kalimat, hal tersebut disebabkan tulisan berikut ini merupakan inti sari dari berbagai pandangan tentang manfaat membaca dari sejumlah pemimpin yang telah mencapai keberhasilan pucak, antara lain diangkat dari buku American Generalship, Character is everything.

    Bung Karno mengatakan: “ We learn from history to be wiser for the event “, kita belajar dari sejarah agar dapat menjadi arif dalam menghadapi sesuatu peristiwa.
    Pak Harto, atas dasar pengalaman beliau sebagai bekas pejuang dan juga sebagai negarawan mengatakan: “ Belajar dari sejarah tidak lain adalah usaha untuk membuat sejarah baru yang lebih baik dan lebih gemilang dimasa depan “.

    Dalam kepemimpinan, karakter adaalah segalanya, baru pengetahuan/intelektual memegang perang yang penting, dan hal itu diperoleh antara lain dengan membaca dan belajar. Kepemimpinan ditentukan antara lain oleh keunggulan seseorang dalam watak atau karakter, keunggulan intelektual dan keunggulan pisik/kekuasaan. Menurut Jenderal John Stiwell kepemimpinan 80% ditentukan oleh kualitas karakter, 10% kemampuan mengambil keputusan, 5% soal-soal tehnis dan 5% hal-hal lain.
    Membaca dan belajar telah mengangkat para cendekiawan muslim kepuncak kejayaan dibidang ilmu pengetahuan, sampai membawa perubahan di Dunia Barat dengan timbulnya “Renessance” akibat pengaruh Islam yang dibawa kembali oleh para pejuang Kristen ke Eropa dari Dunia Islam pada masa Perang Salib abad ke-11 yang lalu. Para pemimpin, raja-raja, para pemuka agama banyak melakukan bacaan, mendengar, belajar dan berlatih serta belajar berbagai ilmu termasuk belajar dari pengalaman pemimpin besar lainnya, sehingga mereka memiliki kualitas yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan.
    Firman Allah dalam Al Qur’an menegaskan bahwa bagi seorang pemimpin atau khalifah, setelah karakter/akhlaq mulia adalah pengetahuan yang terpenting, hal tersebut diatas dijelaskan dengan dua contoh, pertama tentang Nabi Adam yang telah dikurniai dengan sifat-sifat mulia yang terwujud dalam aklak mulia, dan kemuliaan-kemuliaan lain, selanjutnya dibekali ilmu pengetahuan yang ditamsilkan oleh Yang Maha Pencipta dengan mengajarkan mana-mana benda kepada Adam, sebelum menurunkannya ke bumi untuk menjadi khalifah atau pemimpin di bumi.
    Kedua wahyu ‘Iroq” atau perintah membaca yang disampaikan oleh Malaikat Jibril di Gua Hira, kepada manusia terpilih Mohammad, manusia yang sudah dibersihkan hatinya sehingga memiliki akhlaq atau karakter terpuji yang selalu terjaga budi pekertinya. Meskipun beliau buta huruf, akan tetapi Allah menganugerahkan kemampuan untuk menyerap dan menghafal semua ilmu Al Qur”an yang diwahyu Allah kepadanya. Perintah membaca diberikan menjelang Kenabian Mohammad sebagai pemimpin ummat di dunia. “Iqroq”, bacalah dengan (menyebut) asma Tuhanmu Yang Menciptakan.  
    Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah menyatakan perintah “Iqroq” atau baca itu tidak dijelaskan obyek yang dibaca, apalagi Malaikat Jibril juga tidak membawa bahan yang harus dibaca, sehingga dalam suatu riwayat dinyatakan bahwa Nabi Muhammad saw bertanya: “ma aqra”? artinya “Apakah yang saya baca”? Dari beraneka ragam pendapat, sampai pada kesimpulan bahwa bilamana perintah membaca tanpa disebutkan obyek yang dibaca, maka perintah bersifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut. Quraish Shihab menyimpulkan bahwa bahwa kata “Iqroq”’ dipergunakan dalam arti luas termasuk membaca, menelaah, menyampaikan dan seterusnya. Dan karena obyeknya bersifat umum, maka obyek tersebut mencakup segala yang dapat terjangkau, baik yang berupa bacaan suci yang berasal dari Tuhan maupun yang bukan, baik yang menyangkut ayat-ayat tertulis maupun yang tidak tertulis. Alhasil perintah iqra mencakup telaahan terhadap alam semesta jagad raya, masyarakat dan diri sendiri serta berbagai bacaan tertulis.
    Pengetahuan membangun kepercayaan diri dan ketegasan. Apabila anda mengetahui permasalahan secara menyeluruh, anda akan memiliki keberanian untuk melakukan tindakan yang tegas dan menentukan. Itu adalah tipikal Jend. MacArthur dan Jend. Patton. Pengetahuannya yang sangat luas dalam profesi kemiliteran memberikan kontribusi yang besar dalam keberanian mereka mengambil keputusan dan keberhasilan mereka sebagai pemimpin
    Membaca membawa dampak positif pada para pemimpin besar dalam memimpin negara, memimpin pasukan dalam berbagai perang, pertempuran, pemimpin perusahaan dalam persaingan bisnis. Usaha bisnis pada prinsipnya adalah merupakan upaya penyelenggaraan perang, menggunakan visi, misi, strategi, taktik, management dan atau kepemimpinan, perang advertensi, melakukan pengelabuan-penipuan dan hampir menggunakan semua metoda, sarana dan prasarana yang digunakan dalam perang, meskipun tidak menggunakan mesin perang yang berupa arsenal atau persenjataan, tetapi menggunakan sarana dan prasarana dalam bentuk lain.
    Perang atau persaingan bisnis menggunakan ilmu dan tehnologi serta sistem non militer tehnis sebagai senjata, seperti perang advertensi, perang keunggulan mutu, perang psikologi, perang informasi bisnis dan sebangsanya. Sehingga meskipun tidak menggunakan senapan dan meriam, perang bisnis mampu melumpuhkan atau menyebabkan perusahaan bisnis saingan jatuh dan gulung tikar atau diakuisisi oleh si pemenang bisnis. Oleh sebab itu seni strategi dan taktik Sun Tzu dengan penyesuaian sangat cocok digunakan di dalam menjalankan bisnis mencapai sukses.
    Membaca dan atau belajar dikatakan sebagai  “Life is one of constant learning”. Membaca biography adalah “a lifetime invesment”. Apa yang dibaca akan datang kembali muncul/hidup dari memory bawah sadar dan sangat menolong di dalam menanggapi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang kita hadapi. Buku juga dapat memberikan dampak yang besar di dalam mengarungi karier. Disarankan membaca sebagai komitmen seumur hidup, bahkan sebagai obsesi. Bacaan juga dapat memberikan inspirasi di dalam pengambilan keputusan. Seseorang secara pribadi hanya memiliki pengalaman yang sangat terbatas, akan tetapi dia akan dapat memperoleh pengetahuan dari pengalaman orang lain, dengan membaca dan berbicara dengan para negarawan, para politisi senior, dengan orang yang memiliki reputasi di medan tempur, atau memiliki reputasi di medan bisnis yang memperlihatkan kepemimpinan superior.
    Membaca juga dapat membuat seseorang memiliki kemampuan analistik yang lebih baik serta menjadi lebih toleran. Memberikan kemampuan kepada seseorang untuk mengadakan penilaian kembali atas pandangannya yang selama ini yang dianggapnya kurang pas. Membuat seseorang bersemangat untuk bertanya, melakukan peninjauan kembali (re-examine), melakukan kajian atas berbagai alternatif pemecahan masalah.
    Membaca membawa dampak dalam membentuk reputasi seseorang, memainkan peranan dalam membentuk karakter dan membandingkan berbagai model leadership sebagai salah satu factor yang dapat dipergunakan dalam pengetrapan kepemimpinannya. Mereka yang mencita-citakan kedudukan masa depan yang penuh dengan tantangan dan tanggung jawab, sangat penting untuk membaca biography. Hidup ini adalah pendek, dan dalam hidup kita belajar dan tumbuh dari pengalaman pribadi. Akan tetapi sebab hidup ini pendek, maka belajar dari pengalamannya sendiri adalah terbatas, karena sangat banyak pengalaman orang lain yang perlu kita ketahui dan pelajari. Membaca biography, memberikan kemampuan kepada kita untuk dapat belajar dan berkembang lebih cepat dengan memanfaatkan pengalaman orang lain, orang yang membuat sejarah. Mereka yang suka membaca, memperoleh kelebihan dalam kedalaman dan persepsi. Bacaan membantu pengembangan karakter dan kualitas mereka, dapat mengembangkan profesionalisme, menambah pengalaman sebab apa yang didapat dengan pengalaman pribadi sangatlah terbatas. Membaca membantu untuk mengetahui bagaimana seorang pemimpin senior mengetengahkan kemanusiaan dan sangat concern terhadap anak buah.
    Membaca membawa dampak dalam membentuk cara berpikir, pengertian tentang professionalisme yang didalaminya, dapat meningkatkan performansi dan karier seseorang. Dengan membaca kita mengetahui bahwa dunia tidak absolut, segalanya tidak sekedar hitam dan atau putih, bahwa politik ada dimana mana didalam kehidupan masyarakat.
    Membaca membuat anda mulai berpikir lebih luas khususnya tentang leadership, mendiskusikan bacaan merupakan salah satu “learning process” dan membantu membentuk nilai-nilai. Membaca biografi para top brass, para pemimpin bisnis top, para pemimpin yang mencapai puncak keberhasilan, dapat membantu anda lebih mengerti tentang berbagai element dari leadership. Bila anda menganalisa hubungan antar orang / manusia,  itu sesungguhnya adalah esensi dari leadership, maka anda bisa melihat bagaimana para pemimpin dapat meyakinkan orang lain untuk mengerjakan sesuatu. Terutama baca biografi orang-orang yang berada dalam posisi kepemimpinan puncak, mereka biasanya mengembangkan kualitas intelektual sebagai komitman, sebagai “life long commitment” bahkan sebagai obsesi, dan anda harus tidak pernah berhenti dalam proses pengembangan intelektual dengan jalan terus membaca. Selamat menikmati bacaan.  Amin.

Jakarta, Juni 2017
 
YAYASAN JATI DIRI BANGSA